Selasa, 16 Mei 2017

CITRA PERUSAHAAN PIZZA HUT | TUGAS HUBUNGAN MASYARAKAT


CITRA PERUSAHAAN
PIZZA HUT
maxresdefault.jpg
Pizza Hut merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan makanan cepat saji. Pizza Hut merupakakn restoran berantai internasional dengan hampir 12.000 restoran tersebar di 86 negara. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Yum! Brands yang juga merupakan salah satu restoran terbesar didunia. Pizza Hut hadir di Indonesia pada tahun 1984 dan merupakan restoran piza pertama di Indonesia. Pemegang hak waralaba tunggal di Indonesia adlah PT Sari Melati Kencana.
Reputasi Pizza Hut di manca negara khususnya Indonesia sudah sangat terkenal. Banyak orang yang sudah mengenal Pizza Hut. Memang tahun 2016 pernah terjadi investigasi yang dilakukan di Pizza Hut daerah Jakarta. Banyak bahan baku yang lewat tanggal kadaluwarsanya. Pihak manajemen Pizza Hut pun berharap bisa mengembalikan lagi citranya. Selang beberapa bulan,Pizza Hut mampu mengembalikan citranya kembali karena banyak kalangan masyarakat dapat memahami atau memaafkan kesalahan yang dibuat perusahaan dengan citra baik. Juga pihak Pizza Hut melakukan konferensi pers dengan 15 orang wartawan. Citra positif kembali ke pihak Pizza Hut. Citra majemuk dari Pizza Hut sendiri juga paling mendominasi sebab jumlah karyawan yang tidak sedikit, cabang atau perwakilan toko Pizza Hut juga tersebar dimana – mana. Dengan citra yang baik seperti ini Pizza Hut mudah sekali dalam penjualan produknya. Citra perusahaan yang baik juga sebagai penentu keputusan penting misalnya dalam pembelian barang dan jasa yang dihasilkan oleh pihak perusahaan.
Citra yang baik akan membuat suatu perusahaan bisa berjalan dalam jangka waktu yang lama. Pizza Hut memiliki citra yang baik, maka dari itu bisa berdiri hingga detik ini dan memiliki cabang di berbagai negara. Hal ini juga bermanfaat bagi Pizza Hut dalam menghadapi masa kritis. Meningkatkan efektivitas promosi merupakan manfaat dari citra baik sebuah perusahaan.
Membangun citra yang baik juga tidak mudah. Pizza Hut melakukan riset pasar menentukan sasaran konsumen yang akan menjadi targetnya. Letak outlet atau restoran yang dibangun Pizza Hut selalu di kota – kota besar berada di tengah kota membuat Pizza Hut mudah dijangkau dan mudah ditemukan. Segala umur bisa menikmati Pizza Hut. Ini yang membuat Pizza Hut mendapat posisi di setiap hati para penikmat piza.
Citra eksklusif yang dibuat Pizza Hut ialah mampu memberi manfaat bagi orang sekitar dengan adanya restoran baru berarti ada peluang kerja. Citra inovatif, Pizza Hut selalu saja ada menu baru seperti Big Box, Sensai Delight, dan masih banyak lagi. Citra murah meriah, Pizza Hut juga sering mengadakan diskon atau promo – promo di setiap menunya tanpa mengurangi kualitas dari si piza.

Cara lain Pizza Hut membangun citranya yaitu melalui promosi dan pihak Public Relations. Pizza Hut menggunakan media online sebagai media promosinya. Iklan, baliho, koran, brosur, web, instagram dan lain lain merupakan media online yang biasa digunakan oleh pihak Pizza Hut. PR juga berperan  dalam pembangunan citra Pizza Hut. Seperti masalah 2016 lalu, pihak PR yang melakukan konferensi dengan pihak luar dan mulai membangun perlahan citra baik agar masyarakat bisa menerima Pizza Hut kembali.  

Rabu, 12 April 2017

Definisi Cantik?

Hai gengs? Bagaimana hari kalian? Semoga seneng terus yaa hihi.
Di sini aku bakal ngebahas gimana sih definisi cantik. Well, pasti di antara kalian bakal berfikir cantik itu yang putih, tinggi, badannya ideal, alisnya rapi, bibirnya tipis mungil, muka mulus, paha ramping, hidung mancung, rambut badai, muka bebas minyak jerawat sama komedo, jidatnya ga lebar banget, pipinya tirus, matanya bagus, jari jarinya bersih, bulu matanya lentik panjang, dan sebagainya. Definisi cantik setiap orang pasti beda beda kan? Definisi cantik menurutku bukan itu semua. Jawabanku klasik banget pasti menurut kalian dan gampang banget nebaknya. Yaps, cantik yang sebenernya menurutku itu cantik dari dalem. Wkwk klasik kan? Sedikit cerita dulu aku juga berfikiran sama kayak yang diatas (putih dsb) bahkan aku abisin duit sampe jutaan buat mutihin bada, mutihin gigi, gemukin badan (karena aku kurus banget), terapi mancungin hidung (karena aku hidung aku pesek), maskerin rambut terus, dan lain lain dah. Ngebet banget untuk bisa jadi cantik secara fisik. Aku mulai putus asa, abis berjuta juta tapi hasil ga ada. Depresi tingkat dunia langsung (alay banget sis). Aku  nangis berkali kali, ngelamun gajelas, pokoknya jadi terbeban sama hal itu. Lambat laun bundaku bilang "Kak, kamu tau ga kalo cantik itu gaharus kayak bintang Korea gaharus kayak Nanda Arsynta, gaharus kayak Abel Cantika. Kecantikan dari dalem itu yang pali penting." Bunda ngomong gitu sambil senyum. Ayah juga denger pas itu langsung spontan jawab "Kamu tau kenapa kamu gelap (item) kusem ga bercahaya gitu? karena wudhumu kurang sempurna." udah ayah jawab gitu aku cuman bisa diem. Ayah itu jarang banget ngomong, sekalinya ngomong yaa ngena banget di ati. Dari situ mulailah aku ngehilangin mindset bahwa ga selamanya cantik itu dari fisik. Emang kebanyakan cowok bahkan bisa di itunglah cowok yang ga liat fisik cewek duluan. Mereka rasis? iya! Kenapa aku bilang iya, karena mereka mandang fisik dulu baru hati. Beda sama kita kan para ciwik. Yang menomor sekiankan fisik. Nah, dari situ timbullah keinginan mempercantik diri. Biar banyak cowok yang ngelirik. Syukur alhamdulillah buat yang dari lahir udah cantik (fisik) tapi bersyukurlah kamu bila terlahir dengan sempurna tanpa kurang satupun. Allah SWT itu kasih kita porsi masing masing. Dari setiap porsi sudah punya jalannya sendiri. Ambil contoh dari temenku, namanya Tania. Dia satu sekolah sama aku dari TK sampe kuliah. Kita ga pernah kepisah, udah kayak saudara kembar. Masalah hidupnya pun mirip kayak masalahku. Pas SMA dia dapet pacar, pacar pertamanya. Sebut aja pacarnya itu si Z. Si Z ini sekolahnya jauh dari sekolah kami. Mereka ketemu aja 1 bulan sekali. Si Z ini ga malu kok punya cewek kayak Tania. Tania itu ga terlalu tinggi, ga putih, ga mancung, dan seperfect artis artis di luar sana. Si Z nerima apa adanya Tania, di awal awal pacaran tapi. Nah, setelah anniv mereka yang ke satu tahun, mulai gonjang ganjing prahara hubungan terjadi. Si Tania yang jadi sombong gegara di deketin anak SMK lain dan Si Z yang mulai deket sama temen sekelasnya membuat mereka semakin menjauh. Dan.... Si Z ketauan nganterin si cewek itu pulang. Si Z juga ketahuan kalo dia chat sama cewek lain dan bilang
"Wkwk aku mah udah pustus sama Tania"
"Lah serius udah putus? kok status kamu masih nama dia?"
"Apalah arti sebuah status"
Jreng... Jreng... Tania baca sendiri itu chat, yang bikin nyeseknya lagi Si Z ilang ilangan dua bulanan lebih. Di gantung banget sahabatku itu. Tania yang dasarnya lugu sama baik langsung berubah. Dia selingkuh sama cowok SMK sebelah itu. Emang sih yang dia lakuin jahatnya minta ampun. Belom tentu kan Si Z sama Si cewek genit itu jadian. Cuman namanya cewek. Amarah lebih besar waktu itu. Tania nangis nangis di depanku. Meluk meluk jaket yang di kasih Si Z. Dia ga ngelepas anak SMK sebelah sampe akhirnya Si Z baca chat itu. Si Z langsung SMS si Tania "Jahat banget kamu yaa :)" pesan singkat itu ga langsung di jawab sama si Tania. Malemnya baru di bales, dan Si Z malah ganti topik dan gamau bahas masalah itu lagi karena si Tania mulai nyinggung masalah yang Si Z lakuin. Singkat cerita mereka udah pacaran 1 tahun 3 bulanan gitu. Putus karena Si Z katanya bosen. Tania langsung di deketin banyak cowok. Gatau kenapa bisa gitu. Bahkan setelah 2 minggu putus Si Z juga ngajakin dia balikan. Pas aku tanyain, Tania juga heran kenapa gitu. Dari temen seangkatan sampe mas mas kampus deketin dia. "Tita, aku menurutmu gimana se? cantik aja enggak kan?. Mereka nyari apasih dari aku?" aku diem aja ga jawab apa apa. Tania juga sama kayak aku, abis berjuta juta buat perawatan. Tanpa hasil. Tania jauh dari aku akhirnya. Dia sibuk sama segudang cowoknya.
2 bulan lewat, aku sama Tania balik lagi kayak dulu. Sahabatan lagi. Dia bilang "Ta, jujur yaa aku semaleman mikir. Aku ga cantik aja yang deketin sebanyak ini, apalagi kalo perawatanku selama ini berhasil. Aku jadi putih cantik gitu. Malah makin banyak kan? Bukan nyombongin diri atau terlalu PD, cuman ada fakta dari ini semua. Si R (temen Tania) aja cantik max, yang deketin sebejibun yang macarin juga banyak. Dipikir pikir nabung dosa yang ada" Tania bilang gitu sambil matanya berkaca kaca gitu. Sedih banget iya. Posisi aku sama dia udah saling tau keinginan apa yang paling terpendam. SAMA SAMA PENGEN CANTIK (FISIK). Dari situ aku sama Tania milih untuk stop perawatan apapun, stop ke salon, stop ke dokter kecantikan, dan stop dari apapun itu. Kami berusaha berhenti berusaha menjadi cantik fisik. Kami berusaha ngebangun cantik yang dari dalem. Di sini bukannya aku iri sama kalian kalian yang cantik asli atau cantik karena ada dananya. Bukan, cantik itu loh bisa di beli, bisa di buat, dan bisa di dapet melalui proses. Siapa saja berhak cantik! Aku, kamu dan kalian berhak dapet itu. Hal manusiawi sekali. Jangan iri sama yang cantik di luar. Contoh sedikit aja. Ada dulu temen kelasku cantiknya luar biasa, duta sekolah, duta bahasa di sekolah, duta wisata di kota kami, dia pinter. Model, jago dandan, jago segalanya dah. Nilainya selalu bagus juga. Tapi satu sekolah ga ada yang suka dia. Temennya cuman ada 2. Kenapa? Dari segi fisik dan skillnya membuat dia terlalu rendah memandang orang sekitar. Dia dipanggil Miss Sombong sama banyak orang. Bahkan orang yang baru kenal aja udah bisa ngerasain sombongnya itu. Dia itu ngerasa aku sama yang lain itu saingannya dia. Dia ngeadu domba sana sini, ngatain orang sana sini. Jujur aku juga masih suka omongin orang. Cuman ga separah dia. Kenapa aku bisa ngomong gitu? Dia pernah ngomongin aku sama anak anak kelas. Dia duduk di belakangku pas itu aku juga sama dua temenku dan dia ga sadar ada aku sama temen temen. Ngomong kesana kemari ngejelekin kita. Tanpa basa basi temenku yang tomboy ga terima langsung berdiri sambil teriak "Cantikmu percuma kalo ngomongin orang sampe segitunya! Sebenci bencinya kita sama kamu, kita ga ngejelekin kamu sampe kayak gitu!" Si cantik cuman diem. Kita balik ke kelas. Dia nangis nangis minta maaf, dan besoknya di ulangin kejadian yang sama. Sampe sampe dia bisik bisik " He di sini ga ada mereka kan?" padahal kami ada di belakang kelas lagi baring baring karena abis olahraga. Dia ngomongin kami lagi. Kami diem aja. Sampe besoknya ada cowok yang ke kelas terus bilang "Ayumu itu ga seberapa, tapi kok ngelunjak yaa? Udah di kasih ini itu malah selingkuh sini situ!" Satu kelas spontan bilang "Emang gitu mas, sombong karena cantik sama pinter jadinya gitu" "Iya mas, dia anaknya gitu emang" dan bla bla bla. Aku juga ga ngejudge kalian yang cantik fisik dan pinter. Cuman inget pepatah "Diatas Langit Masih Ada Langit" jadi jangan sombongin apapun itu yang kalian punya, Allah bisa aja langsung cabut itu semua. Dari contoh diatas aja kita bisa belajar gaselamanya jadi cantik fisik itu enak. Kadang juga ada suramnya.
Sekali lagi aku tegaskan, bukannya aku iri sama kalian yang sempurna. Aku cuman mau ngasih tau sedikit tentang apa yang aku alami, aku cuman mau ngasih motivasi untuk kalian yang kurang cantik fisik. Buatlah cantikmu keluar dari dalam karena itulah cantik yang abadi dan cantik yang sesungguhnya :)

Sabtu, 18 Maret 2017

HUBUNGAN EKSTERNAL DALAM HUMAS

 Hubungan dalam Public Relation dibagi menjadi dua yaitu hubungan internal dan eksternal. Hubungan internal adalah kegiatan Public Relation untuk membina hubungan dengan publik internal, seperti karyawan para manajer, top management, dan para pemegang saham (stockholders). Sedangkan hubungan eksternal adalah kegiatan Public Relation yang melakukan hubungan dengan publik eksternal sebuah organisasi atau perusahaan, seperti pers, komunitas, pendidik, dan para pemuka pendapat. Ketika melakukan hubungan eksternal, seorang Public Relation harus bisa menyerap aspirasi publik eksternal, terutama masalah kebutuhan perusahaan. Di sinilah seorang Public Relation harus bisa menjadi jembatan antara kepentingan manajemen organisasi atau perusahaan dan kepentingan publiknya. Sebagai gambaran, seorang Public Relation ibarat sebuah kaki di sebuah organisasi atau perusahaan dan satu kakinya lagi berada di publik. Artinya, kaki seorang Public Relation itu harus merentang. Dalam pembahasan ini akan berfokus pada hubungan eksternal Public Relation.

Hubungan Distributor dengan Dealer
Hampir semua perusahaan besar memasarkan produknya melalui grosir dan pengecer yang mencakup publik. Suatu perusahaan tidak bisa maju tanpa dealer yang berhasil. Begitu pula sebaliknya, dealer tidak akan maju bila tidak menjual produk – produk yang di buat perusahaan yang berhasil. Pelaksanaan hubungan distributor dan dealer ini merupakan tanggung jawab bagian pemasaran, yang mempertahankan kesinambungan hubungan dengan para grosir dan pengecer. Menurut Moore, 2004: 390-391, tujuan dari hubungan distributor dengan dealer antara lain :
-          Menentukan sikap para distributor dan dealer sebagai dasar kebijkasanaan, pelaksaan dan komunikasi hubungan dealer. Jadi sikap para distributor dengan dealer haruslah terjalin dengan baik agar tercipta komunikasi yang sejalan antara distributor dengan dealer.
-          Menciptakan sesuatu pengertian yang lebih baik dengan para distributor dan dealer melalui penjelasan kebijaksanaan dan pelaksanaan manajemen. Memberikan suatu pemahaman yang lebih baik lagi antara ditributor dan dealer agar terlaksanannya manajemen yang sesuai keinginan.
-          Memberikan kepercayaan kepada distributor dan dealer. Disini PR bertugas untuk saling meyakinkan antara distributor dan pihak dealer agar saling memberikan rasa percaya satu sama lain.  Karena suatu kerjasama antar perusahaan harus didasari kepercayaan diantara keduanya.
-          Membantu distributor dan dealer meningkatkan penjualannya. PR dalam hal ini sebagai media dalam promosi dan sebagai pemasar. Baik sebagai pemasar dari distributor ataupun dari dealer. Agar peningkatan volume penjualan itu meningkat dengan cepat.
-          Membantu distributor dan dealer dalam periklanan. Dalam hal ini PR bertugas untuk memasarkan produk – produk yang di jual distributor kepada dealer. Begitu pula PR dalam dealer, PR juga akan mempromosikan kepada masyarakat tentang produk – produk yang di jual oleh dealer tersebut.
-          Mengawasi manajemen periklanan efektivitas rencana program perusahaan sepanjang berkenaan dengan hubungan perusahaan dengan para dealer-nya. PR juga akan menjadi pengawas dalam efektivitas rencana program perusahaannya. Agar apa yang di rencanakan perusahaan bisa berjalan seefektif mungkin.
-          Menerima keluhan dealer tentang penjualan. Di sini PR sebagai jembatan atau perantara keluhan atau komplen tentang masalahah penjualan kepada distributor.
-          Membiasakan para pelaksana perusahaan menghadapi berbagai masalah dengan dealer, berkaitan dengan kebijaksanaan dan hubungan perusahaan. PR jua bisa menjadi seorang penasehat. PR akan membuat pelaksana perusahaan terbiasa dengan masalah yang datang, baik keluhan dari masyarakat maupun dari dealer-nya.
-          Mempertimbangkan gagasan, saran, keluhan yang mungkin diajukan oleh para dealer. PR akan mempertingbangkan gagasan, saran, dan keluhan yang masuk. Lalu mengubahnya menjadi sebuah solusi.
-          Memeriksa penghentian persetujuan monopoli dealer dan memutuskan apakah penghentian itu akan efektif.
-          Membantu distributor dan dealer mengembangkan metode manajemen. PR akan memberikan pemahaman kepada distributor dan dealer bagaimana mengembangkan metode manajemen yang baik.
-          Membantu distributor dan dealer memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pemakai. PR sering berkomunikasi dengan orang lain atau konsumen dari perusahaan tertentu. Jadi seorang PR tahu bagaimana caranya memberikan pelayanan yang sebaik mungkin.
-          Mempergunakan kebijaksanaan distribusi yang di susun untuk mendapatkan itikad baik dan loyalitas distributor dan dealer.
-          Memberikan pelayanan keuangan konsumen kepada para dealer yang tidak mampu menjual volume barang secara maksimal. PR akan membantu dealer yang sekiranya tidak bisa mencapai target volume penjualan secara maksimal.
-          Merangsang distributor dan dealer agar tertarik dan setia pada produk perusahaan serta membentuk suatu kemitraan dagang. PR akan membangun citra dari distributor ataupun dealer yang bersangkutan, agar tertarik dan tetap setia kepada produk – produknya.


Hubungan Pemasok
Ketergantungan para pengusaha kepada para pemasok komponen produk meningkat selama bahan dan proses yang semakin khusus menjadi terlihat dalam produksi peralatan yang ilmiah dan rumit, serta produk – produk teknis yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan industri, militer, dan publik konsumen meningkat. Dalam hubungan ini, kedudukan pemasok semakin bertambah penting.
Menurut Moore, 2004: 407-408 tujuan dari program hubungan pemasok antara lain:
-          Membina kepentingan bersama antara pemasok dan pembeli. Membangun kepentingan bersama agar mencapai tujuan antara pemasok dan pembeli.
-          Menunjukkan kepada para pemasok bagaimana mereka dapat meningkatakan metode produksinya sehingga meningkatkan pengembalian bersih mereka.
-          Menentukan apakah para pemasok memikirkan kebijaksanaan dan kebiasan perusahaan.
-          Menjadikan perusahaan sebagi mitra yang baik, yang bekerja sama dengan sungguh – sungguh dalam menyelesaikan masalah produksi dan persediaan.
-          Mempertahankan hubungan yang baik dengan para pemasok melalui perlakuan yang adil dan terbuka.
-          Melengkapi materi dan saran guna mengembangkan hubungan pemasok dengan staf pemberian, penerimaan, pengawasan, akunting dan bagian lainnya.
Hubungan Komunitas
Komunitas adalah sekelompok orang yang hidup di tempat yang sama berpemerintahan sama, dan mempunyai kebudayaan dan sejarah yang umumnya turun menurun. Orang hidup dalam komunitas dengan lembaga – lembaga yang membuat mereka saling bergantung sati dengan yang lainnnya. Mereka tidak dapat menikmati kehidupan yang baik tanpa lembaga – lembaga tersebut. Begitu pula lembaga itu hanya dapat hidup dengan izin mereka. Organisasi bisnis membantu komunitas yang lebih penting. Bisnis membantu komunitas dengan menyedikan pekerjaan tetap, gaji yang layak, dan keuntungan finansial.

Tujuan hubungan komunitas antara lain:
-          Memberi informasi kepada komunitas tentang kebijaksanaan kegiatan dan masalah perusahaan
-          Memberi informasi kepada para karyawan yang berhubungan dengan perusahaan mengenai jalannya perusahaan dan mendorong karyawan menyampaikan kepada temannya dan tetangganya dalam komunitas.
-          Menjawab kritik dan membantah serangan dari tekanan komunitas.
-          Kelompok setempat yang salah paham mengenai perusahaan dan mendorong karyawan menyampaikan kepada temannya dan tentangganya dalam komunitas melalui bantuan kepada lembaga – lembaga setempat dan masalah lingkungan.
-          Mengetahui apakah komunitas memikirkan dan membicarakan perusahaan beserta kebijaksanaan dan operasionalisasinya.
-          Meningkatkan kesejahteraan komunitas dengan meningkatkan potensi setempat.
-          Membina kepemimpinan kebudayaan dengan menggalakan apresiasi yang lebih besar dalam seni, musik, dan drama.
-          Membantu perternakan atau pertanian.
-          Meningkatkan kesehatan komunitas.
-          Mendukung kegiatan olahraga dan rekreasi.
-          Menyumbang kepada program pemberantasan kenakalan remaja di dalam komunitas.
-          Meningkatkan pengertian yang lebih baik tentang masalah politik dan meningkatkan pengertian yang lebih baik tentang masalah  politik dan ekonomi.
-          Bekerja sama dengan perusahaan dalam meningkatkan pengertian sistem bisnis dan ekonomi.
-          Menunjukan kepada warga komunitas bahwa suatu perusahaan merupakan warga dan majikan yang baik.
-          Meyakinkan bahwa sebuah pabrik lokal bukan hanya cabang perusahaan besar, melainkan sebuah bisnis lokal yag memenuhi kepentingan dan kewajibannya di tempat operasinya perusahaan itu.
-          Menjaga hubungan yang harmonis dengan para pemuka komunitas dalam semangat kebersamaan yang tinggi.
-          Menciptakan iklim bisnis yang menghasilkan kegiatan yang efisien dan ekonomis serta perusahaan sebagai tempat yang baik untuk bekerja di mata calon karyawannya.

Hubungan Pendidikan
Perusahaan bisnis menyumbangakan sejumlah besar dana untuk pendidikan, dana modal untuk bangunan baru, hadiah dan bantuan pelajar atau mahasiswa. Bisnis mempunyai kepentingan langsung, baik dalam kesehatan perekonomian termasuk kegiatan intelektual di akademika, lembaga teknik negeri dan universitas. Bantuan dana yang diberikan oleh perusahaan untuk pendidikan mendapat sambutan baik dari para pendidik. Bantuan tersebut salah satunya mencakup fasilitas dan perlengkapan laboratorium perguruan tinggi. Menurut Moore,2004: 451-452, tujuan hubungan pendidikan antara lain :
-          Menciptakan hubungan perseorangan yang baik dengan para pendidik sehingga dapat lebih mengetahui metode dan kebutuhan sekolah yang modern, dan karenannya para guru bisa memperoleh pengetahuan praktis tentang pelaksanaan dan para guru bisa memperoleh pengetahuan praktis tentang pelaksanaan dan kebijakan bisnis. Pada akhirnya, para siswa dan siswi dipersiapkan lebih baik lagi untuk kehidupan dan bisnis setelah lulus.
-          Memberikan dukungan aktif kepada para guru atas penelitian dan proyek pendidikan, menyediakan bahan pendidikan yang praktis bagi para guru, menyediakan penceramah untuk sekolah, membantu dalam bimbingan para siswa, menjelaskan alasan dan tujuan, serta memaparkan sumbangan untuk kehidupan sosial dan ekonomi komunitas.

Sebagai sarjana muda, para mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari General Motors Corporation, mencapai nilai akademis yang menonjol, dan dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam, atletik, senat mahasiswa, asrama, perkumpulan mahasiswa, majalah mahasiswa, dan seni drama memangku jabatan kepemimpinan. Enam tahun setelah lulus dari perguruan tinggi, para sarjana yang memperoleh beasiswa tersebut telah memiliki kontribusi yang berarti atau penting dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, perekayasaan (insinyur) dan bisnis. Dalam komunitasnya, para mahasiswa penerima beasiswa itu aktif dalam organisasi gereja, organisasi politik, pengumpulan dana sosial, organisasi keberhasilan mahasiswa yang memperoleh beasiswa, sebagai sebuah perusahaan, General Motors menganggap program beasiswanya sebagai suatu prestasi yang layak (Moore, 2004: 452-453)




            Hubungan Pemerintah
Suatau perkembangan dalam PR adalah terjadinya hubungan yang lebih erat antara perusahaan, asosiasi dan perserikatan dengan pemerintah, serta semakin meluasnya keterlibatan lembaga – lembaga swasta dalam permasalahan masyarakat. Kepentingan bisnis dan pemerintahan menjadi satu serta saling menguntungkan, dan kalangan bisnis tidak menganggap lagi pemerintah sebagai lawan, tetapi sebagai mitra kerja (diadaptasi dari Moore, 2004: 469)
Hampir setiap jalannya bisnis dipengaruhi oleh pemerintah, yang menetapkan dan memaksakan peraturan untuk mengatur bisnis dan menentukan iklim dimana bisnis harus berfungsi. Untuk melindungi kepentingan bisnis dan melayani kepentingan umum, para perwakilan bisnis harus turut dalam penyusunan peraturan dan mengambil bagian dalam penentuan iklim politik. Mereka harus mempunyai suara pada saat undang – undang itu dibuat dan berperan dalam menentukan kebijaksaan fiksal serta perpajakan pemerintah secara langsung meupun dengan kerja sama, melalui program hubungan pemerintah yang konsturktif (Moore, 2004: 471-472)

            Hubungan Legislatif
Menurut Moore, 2004: 475 – 476 program hubungan legilatif harus direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kajian yang saksama dalam kebijaksanaan perusahaan, yang diawali konsultasi dengan manajemen. Hubungan yang baik diupayakan dnegan para pembuat undang – undang. Perusahaan sebaiknya bekerjasama dengan organisasi bisnis lainnya dalam melaksanakan program pendidikan untuk memberikan informasi kepada para karyawan dan masyarakat mengenai persoalan politik. Tanggung jawab dan wewenang kegiatan politik persuhaan sebaiknya dibebankan kepada seseorang dan bantu staf, yang melaporkan kepada manajemen untuk menjamin apakah suatu program legislatif tentang banyak hal sudah terkoordinasi dengan kepentingan perusahaan.

            Organisasi Hubungan Pemerintah
Menurut Moore, 2004 : 475-476, perkembangan hubungan legeslatif dan masalah masyarakat  secara logis merupakan tanggung jawab PR. Ada pula yang di tangani bagian hukum suatu panitia hubungan pemerintahan  yang terpisah atau suatu badan hubungan pemerintah dari luar yang bekerja sama dengan staf PR dan staf hukum. Dalamm keseluruhan kegiatan, pelaksanaan program ini menjadi tanggung jawab manajemen, yang di bantu pimpinan perusahaan dan staf

Lobi dan Hubungan Pemerintah  
Lobi mengandung banyak arti. Dalam pengertian luas, istilah lobi sering digunakan secara bergantian dengan istilah pressure group (kelompok penekanan) yang berarti suatu organisasi atau orang – orang yang melakukan kegiatan dengan sasaran akhirnya adalah memengaruhi keputusan para pembuat undang – undang. Dalam pengertian yang lebih sempit, lobbylist adalah orang – orang baik atas nama orang lain maupun kelompok, dan biasanya di bayar yang mencoba memengaruhi undang – undang melalui hubungan lansung dengan legislator.
Menurut H.L Mencken, istilah lobbylist pertama kali tercatat pdatahun 1829 yang terungkap dalam buku Karl S. Chrifgiesser yang berjudul The Lobbylist. Istilah ini muncul sebagai lobby-agent, yang berarti seseorang yang acapkali mengunjungi ruang lobby gedung – gedung pemerintah untuk berbicara dengan para pejabat atau legislator.

Hubungan Konsumen
Selain untuk memperoleh citra perusahaan yang baik di mata masyarakat, praktik PR juga dilakukan untuk memperoleh citra produk dari konsumennya, yang terdiri dari berbagi jenis kelamin, jenis usia, dan berbagai jenis negara. Sasaran utama bisnis sebaiknya merencanakan kegiatan dengan konsumen yang jelas, dan perusahaan benar – benar menganggap bahwa mereka yang membutuhkan konsumen bukan sebaliknya.
Kegiatan hubungan konsumen dari beberapa perusahan industri dan perdagangan berpusat pada publik pelanggan. Para pelanggan merupakan salah satu aset perusahaan yang paling berharga, sebab pelanggan merupakan roda perputaran yang berperan dalam kemajuan suatu perusahaan. Kepuasan pelanggan sangat bergantung pada pemakaian dan pemeliharaan yang tepat dari berbagai produk.
Tujuan hubungan konsumen antara lain :
-          Menentukan apakah para konsumen memikirkan dan membicarakan kebijaksanaan, tindakan, produk atau pelayanan perusahaan.
-          Memahami apakah semua pernyataan dari konsumen tentang kualitas, harga, nilai, dan pelayanan tidak di buat buat.
-          Meningkatkan pelayanan konsumen dengan penanganan yang lebih memuaskan.
-          Memperoleh penerimaan tentang produk dan pelayanan suatu perusahaan oleh publik pemakai.
-          Medidik para karyawan untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, sopan, dan ramah kepada konsumen.
-          Menyebarluaskan informasi kepada publik tentang produk, pelayanan, kebijaksanaan, dan pratik perusahaan.
-          Menjawab pertanyaan konsumen yang berhubungan dengan perusahaan.
-          Menghasilkan produk atau pelayanan yang lebih memuaskan kepada konsumen.
-          Memberikan nama produk yang mudah dipahami.
-          Menetapkan harga serendah mungkin sesuai dengan mutu melalui peniadaan limbah produksi, distribusi dan meneruskannya kepada konsumen.
-          Bekerjasama dengan kelompok konsumen untuk memberikan informasi dan mendidik konsumen mengenai pengetahuan mutu produk.
-          Memelihara dan meningkatkan hubungan dengan para konsumen.
-          Mempersiapkan dan menyebarluaskan petunjuk, konsep, resep dan buku – buku penggunaan produk sehingga konsumen akan mendapat kepuasan maksimal tentang penggunaan produk tersebut.