Hubungan dalam Public Relation dibagi menjadi dua yaitu hubungan internal dan
eksternal. Hubungan internal adalah kegiatan Public Relation untuk membina
hubungan dengan publik internal, seperti karyawan para manajer, top management,
dan para pemegang saham (stockholders).
Sedangkan hubungan eksternal adalah kegiatan Public Relation yang melakukan hubungan dengan publik eksternal
sebuah organisasi atau perusahaan, seperti pers, komunitas, pendidik, dan para
pemuka pendapat. Ketika melakukan hubungan eksternal, seorang Public Relation harus bisa menyerap
aspirasi publik eksternal, terutama masalah kebutuhan perusahaan. Di sinilah
seorang Public Relation harus bisa
menjadi jembatan antara kepentingan manajemen organisasi atau perusahaan dan
kepentingan publiknya. Sebagai gambaran, seorang Public Relation ibarat sebuah kaki di sebuah organisasi atau
perusahaan dan satu kakinya lagi berada di publik. Artinya, kaki seorang Public Relation itu harus merentang.
Dalam pembahasan ini akan berfokus pada hubungan eksternal Public Relation.
Hubungan
Distributor dengan Dealer
Hampir semua
perusahaan besar memasarkan produknya melalui grosir dan pengecer yang mencakup
publik. Suatu perusahaan tidak bisa maju tanpa dealer yang berhasil. Begitu pula sebaliknya, dealer tidak akan maju bila tidak menjual produk – produk yang di
buat perusahaan yang berhasil. Pelaksanaan hubungan distributor dan dealer ini merupakan tanggung jawab
bagian pemasaran, yang mempertahankan kesinambungan hubungan dengan para grosir
dan pengecer. Menurut Moore, 2004: 390-391, tujuan dari hubungan distributor
dengan dealer antara lain :
-
Menentukan sikap para distributor dan dealer sebagai dasar kebijkasanaan,
pelaksaan dan komunikasi hubungan dealer.
Jadi sikap para distributor dengan dealer haruslah terjalin dengan baik agar
tercipta komunikasi yang sejalan antara distributor dengan dealer.
-
Menciptakan sesuatu pengertian yang lebih baik dengan
para distributor dan dealer melalui
penjelasan kebijaksanaan dan pelaksanaan manajemen. Memberikan suatu pemahaman
yang lebih baik lagi antara ditributor dan dealer
agar terlaksanannya manajemen yang sesuai keinginan.
-
Memberikan kepercayaan kepada distributor dan dealer. Disini PR bertugas untuk saling
meyakinkan antara distributor dan pihak dealer
agar saling memberikan rasa percaya satu sama lain. Karena suatu kerjasama antar perusahaan harus
didasari kepercayaan diantara keduanya.
-
Membantu distributor dan dealer meningkatkan penjualannya. PR dalam hal ini sebagai media
dalam promosi dan sebagai pemasar. Baik sebagai pemasar dari distributor
ataupun dari dealer. Agar peningkatan
volume penjualan itu meningkat dengan cepat.
-
Membantu distributor dan dealer dalam periklanan. Dalam hal ini PR bertugas untuk
memasarkan produk – produk yang di jual distributor kepada dealer. Begitu pula PR dalam
dealer, PR juga akan mempromosikan kepada masyarakat tentang produk –
produk yang di jual oleh dealer
tersebut.
-
Mengawasi manajemen periklanan efektivitas rencana
program perusahaan sepanjang berkenaan dengan hubungan perusahaan dengan para dealer-nya. PR juga akan menjadi
pengawas dalam efektivitas rencana program perusahaannya. Agar apa yang di
rencanakan perusahaan bisa berjalan seefektif mungkin.
-
Menerima keluhan dealer
tentang penjualan. Di sini PR sebagai jembatan atau perantara keluhan atau
komplen tentang masalahah penjualan kepada distributor.
-
Membiasakan para pelaksana perusahaan menghadapi
berbagai masalah dengan dealer, berkaitan
dengan kebijaksanaan dan hubungan perusahaan. PR jua bisa menjadi seorang
penasehat. PR akan membuat pelaksana perusahaan terbiasa dengan masalah yang
datang, baik keluhan dari masyarakat maupun dari dealer-nya.
-
Mempertimbangkan gagasan, saran, keluhan yang mungkin
diajukan oleh para dealer. PR akan
mempertingbangkan gagasan, saran, dan keluhan yang masuk. Lalu mengubahnya
menjadi sebuah solusi.
-
Memeriksa penghentian persetujuan monopoli dealer dan memutuskan apakah penghentian
itu akan efektif.
-
Membantu distributor dan dealer mengembangkan metode manajemen. PR akan memberikan pemahaman
kepada distributor dan dealer
bagaimana mengembangkan metode manajemen yang baik.
-
Membantu distributor dan dealer memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pemakai. PR
sering berkomunikasi dengan orang lain atau konsumen dari perusahaan tertentu.
Jadi seorang PR tahu bagaimana caranya memberikan pelayanan yang sebaik
mungkin.
-
Mempergunakan kebijaksanaan distribusi yang di susun
untuk mendapatkan itikad baik dan loyalitas distributor dan dealer.
-
Memberikan pelayanan keuangan konsumen kepada para dealer yang tidak mampu menjual volume
barang secara maksimal. PR akan membantu dealer
yang sekiranya tidak bisa mencapai target volume penjualan secara maksimal.
-
Merangsang distributor dan dealer agar tertarik dan setia pada produk perusahaan serta
membentuk suatu kemitraan dagang. PR akan membangun citra dari distributor
ataupun dealer yang bersangkutan,
agar tertarik dan tetap setia kepada produk – produknya.
Hubungan
Pemasok
Ketergantungan
para pengusaha kepada para pemasok komponen produk meningkat selama bahan dan
proses yang semakin khusus menjadi terlihat dalam produksi peralatan yang
ilmiah dan rumit, serta produk – produk teknis yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan
industri, militer, dan publik konsumen meningkat. Dalam hubungan ini, kedudukan
pemasok semakin bertambah penting.
Menurut
Moore, 2004: 407-408 tujuan dari program hubungan pemasok antara lain:
-
Membina kepentingan bersama antara pemasok dan
pembeli. Membangun kepentingan bersama agar mencapai tujuan antara pemasok dan
pembeli.
-
Menunjukkan kepada para pemasok bagaimana mereka dapat
meningkatakan metode produksinya sehingga meningkatkan pengembalian bersih
mereka.
-
Menentukan apakah para pemasok memikirkan kebijaksanaan
dan kebiasan perusahaan.
-
Menjadikan perusahaan sebagi mitra yang baik, yang
bekerja sama dengan sungguh – sungguh dalam menyelesaikan masalah produksi dan
persediaan.
-
Mempertahankan hubungan yang baik dengan para pemasok
melalui perlakuan yang adil dan terbuka.
-
Melengkapi materi dan saran guna mengembangkan
hubungan pemasok dengan staf pemberian, penerimaan, pengawasan, akunting dan
bagian lainnya.
Hubungan Komunitas
Komunitas
adalah sekelompok orang yang hidup di tempat yang sama berpemerintahan sama,
dan mempunyai kebudayaan dan sejarah yang umumnya turun menurun. Orang hidup
dalam komunitas dengan lembaga – lembaga yang membuat mereka saling bergantung
sati dengan yang lainnnya. Mereka tidak dapat menikmati kehidupan yang baik
tanpa lembaga – lembaga tersebut. Begitu pula lembaga itu hanya dapat hidup
dengan izin mereka. Organisasi bisnis membantu komunitas yang lebih penting.
Bisnis membantu komunitas dengan menyedikan pekerjaan tetap, gaji yang layak,
dan keuntungan finansial.
Tujuan hubungan
komunitas antara lain:
-
Memberi informasi kepada komunitas tentang
kebijaksanaan kegiatan dan masalah perusahaan
-
Memberi informasi kepada para karyawan yang
berhubungan dengan perusahaan mengenai jalannya perusahaan dan mendorong
karyawan menyampaikan kepada temannya dan tetangganya dalam komunitas.
-
Menjawab kritik dan membantah serangan dari tekanan
komunitas.
-
Kelompok setempat yang salah paham mengenai perusahaan
dan mendorong karyawan menyampaikan kepada temannya dan tentangganya dalam
komunitas melalui bantuan kepada lembaga – lembaga setempat dan masalah
lingkungan.
-
Mengetahui apakah komunitas memikirkan dan
membicarakan perusahaan beserta kebijaksanaan dan operasionalisasinya.
-
Meningkatkan kesejahteraan komunitas dengan
meningkatkan potensi setempat.
-
Membina kepemimpinan kebudayaan dengan menggalakan
apresiasi yang lebih besar dalam seni, musik, dan drama.
-
Membantu perternakan atau pertanian.
-
Meningkatkan kesehatan komunitas.
-
Mendukung kegiatan olahraga dan rekreasi.
-
Menyumbang kepada program pemberantasan kenakalan
remaja di dalam komunitas.
-
Meningkatkan pengertian yang lebih baik tentang
masalah politik dan meningkatkan pengertian yang lebih baik tentang
masalah politik dan ekonomi.
-
Bekerja sama dengan perusahaan dalam meningkatkan
pengertian sistem bisnis dan ekonomi.
-
Menunjukan kepada warga komunitas bahwa suatu
perusahaan merupakan warga dan majikan yang baik.
-
Meyakinkan bahwa sebuah pabrik lokal bukan hanya
cabang perusahaan besar, melainkan sebuah bisnis lokal yag memenuhi kepentingan
dan kewajibannya di tempat operasinya perusahaan itu.
-
Menjaga hubungan yang harmonis dengan para pemuka
komunitas dalam semangat kebersamaan yang tinggi.
-
Menciptakan iklim bisnis yang menghasilkan kegiatan
yang efisien dan ekonomis serta perusahaan sebagai tempat yang baik untuk
bekerja di mata calon karyawannya.
Hubungan
Pendidikan
Perusahaan
bisnis menyumbangakan sejumlah besar dana untuk pendidikan, dana modal untuk
bangunan baru, hadiah dan bantuan pelajar atau mahasiswa. Bisnis mempunyai
kepentingan langsung, baik dalam kesehatan perekonomian termasuk kegiatan
intelektual di akademika, lembaga teknik negeri dan universitas. Bantuan dana
yang diberikan oleh perusahaan untuk pendidikan mendapat sambutan baik dari
para pendidik. Bantuan tersebut salah satunya mencakup fasilitas dan
perlengkapan laboratorium perguruan tinggi. Menurut Moore,2004: 451-452, tujuan
hubungan pendidikan antara lain :
-
Menciptakan hubungan perseorangan yang baik dengan
para pendidik sehingga dapat lebih mengetahui metode dan kebutuhan sekolah yang
modern, dan karenannya para guru bisa memperoleh pengetahuan praktis tentang
pelaksanaan dan para guru bisa memperoleh pengetahuan praktis tentang
pelaksanaan dan kebijakan bisnis. Pada akhirnya, para siswa dan siswi
dipersiapkan lebih baik lagi untuk kehidupan dan bisnis setelah lulus.
-
Memberikan dukungan aktif kepada para guru atas
penelitian dan proyek pendidikan, menyediakan bahan pendidikan yang praktis
bagi para guru, menyediakan penceramah untuk sekolah, membantu dalam bimbingan
para siswa, menjelaskan alasan dan tujuan, serta memaparkan sumbangan untuk
kehidupan sosial dan ekonomi komunitas.
Sebagai sarjana muda, para mahasiswa yang memperoleh
beasiswa dari General Motors Corporation,
mencapai nilai akademis yang menonjol, dan dalam kegiatan ekstrakurikuler,
dalam, atletik, senat mahasiswa, asrama, perkumpulan mahasiswa, majalah
mahasiswa, dan seni drama memangku jabatan kepemimpinan. Enam tahun setelah
lulus dari perguruan tinggi, para sarjana yang memperoleh beasiswa tersebut
telah memiliki kontribusi yang berarti atau penting dalam bidang pendidikan,
ilmu pengetahuan, perekayasaan (insinyur) dan bisnis. Dalam komunitasnya, para
mahasiswa penerima beasiswa itu aktif dalam organisasi gereja, organisasi
politik, pengumpulan dana sosial, organisasi keberhasilan mahasiswa yang
memperoleh beasiswa, sebagai sebuah perusahaan, General Motors menganggap program beasiswanya sebagai suatu
prestasi yang layak (Moore, 2004: 452-453)
Hubungan Pemerintah
Suatau
perkembangan dalam PR adalah terjadinya hubungan yang lebih erat antara
perusahaan, asosiasi dan perserikatan dengan pemerintah, serta semakin
meluasnya keterlibatan lembaga – lembaga swasta dalam permasalahan masyarakat.
Kepentingan bisnis dan pemerintahan menjadi satu serta saling menguntungkan,
dan kalangan bisnis tidak menganggap lagi pemerintah sebagai lawan, tetapi
sebagai mitra kerja (diadaptasi dari Moore, 2004: 469)
Hampir setiap
jalannya bisnis dipengaruhi oleh pemerintah, yang menetapkan dan memaksakan
peraturan untuk mengatur bisnis dan menentukan iklim dimana bisnis harus
berfungsi. Untuk melindungi kepentingan bisnis dan melayani kepentingan umum,
para perwakilan bisnis harus turut dalam penyusunan peraturan dan mengambil
bagian dalam penentuan iklim politik. Mereka harus mempunyai suara pada saat
undang – undang itu dibuat dan berperan dalam menentukan kebijaksaan fiksal
serta perpajakan pemerintah secara langsung meupun dengan kerja sama, melalui
program hubungan pemerintah yang konsturktif (Moore, 2004: 471-472)
Hubungan Legislatif
Menurut
Moore, 2004: 475 – 476 program hubungan legilatif harus direncanakan dan
dilaksanakan berdasarkan kajian yang saksama dalam kebijaksanaan perusahaan,
yang diawali konsultasi dengan manajemen. Hubungan yang baik diupayakan dnegan
para pembuat undang – undang. Perusahaan sebaiknya bekerjasama dengan
organisasi bisnis lainnya dalam melaksanakan program pendidikan untuk
memberikan informasi kepada para karyawan dan masyarakat mengenai persoalan
politik. Tanggung jawab dan wewenang kegiatan politik persuhaan sebaiknya
dibebankan kepada seseorang dan bantu staf, yang melaporkan kepada manajemen
untuk menjamin apakah suatu program legislatif tentang banyak hal sudah
terkoordinasi dengan kepentingan perusahaan.
Organisasi Hubungan Pemerintah
Menurut
Moore, 2004 : 475-476, perkembangan hubungan legeslatif dan masalah masyarakat secara logis merupakan tanggung jawab PR. Ada
pula yang di tangani bagian hukum suatu panitia hubungan pemerintahan yang terpisah atau suatu badan hubungan
pemerintah dari luar yang bekerja sama dengan staf PR dan staf hukum. Dalamm
keseluruhan kegiatan, pelaksanaan program ini menjadi tanggung jawab manajemen,
yang di bantu pimpinan perusahaan dan staf
Lobi
dan Hubungan Pemerintah
Lobi
mengandung banyak arti. Dalam pengertian luas, istilah lobi sering digunakan
secara bergantian dengan istilah pressure group (kelompok penekanan) yang
berarti suatu organisasi atau orang – orang yang melakukan kegiatan dengan
sasaran akhirnya adalah memengaruhi keputusan para pembuat undang – undang.
Dalam pengertian yang lebih sempit, lobbylist adalah orang – orang baik atas
nama orang lain maupun kelompok, dan biasanya di bayar yang mencoba memengaruhi
undang – undang melalui hubungan lansung dengan legislator.
Menurut H.L
Mencken, istilah lobbylist pertama kali tercatat pdatahun 1829 yang terungkap
dalam buku Karl S. Chrifgiesser yang berjudul The Lobbylist. Istilah ini muncul
sebagai lobby-agent, yang berarti seseorang yang acapkali mengunjungi ruang
lobby gedung – gedung pemerintah untuk berbicara dengan para pejabat atau
legislator.
Hubungan
Konsumen
Selain untuk
memperoleh citra perusahaan yang baik di mata masyarakat, praktik PR juga
dilakukan untuk memperoleh citra produk dari konsumennya, yang terdiri dari
berbagi jenis kelamin, jenis usia, dan berbagai jenis negara. Sasaran utama
bisnis sebaiknya merencanakan kegiatan dengan konsumen yang jelas, dan
perusahaan benar – benar menganggap bahwa mereka yang membutuhkan konsumen
bukan sebaliknya.
Kegiatan
hubungan konsumen dari beberapa perusahan industri dan perdagangan berpusat
pada publik pelanggan. Para pelanggan merupakan salah satu aset perusahaan yang
paling berharga, sebab pelanggan merupakan roda perputaran yang berperan dalam
kemajuan suatu perusahaan. Kepuasan pelanggan sangat bergantung pada pemakaian
dan pemeliharaan yang tepat dari berbagai produk.
Tujuan
hubungan konsumen antara lain :
-
Menentukan apakah para konsumen memikirkan dan
membicarakan kebijaksanaan, tindakan, produk atau pelayanan perusahaan.
-
Memahami apakah semua pernyataan dari konsumen tentang
kualitas, harga, nilai, dan pelayanan tidak di buat buat.
-
Meningkatkan pelayanan konsumen dengan penanganan yang
lebih memuaskan.
-
Memperoleh penerimaan tentang produk dan pelayanan
suatu perusahaan oleh publik pemakai.
-
Medidik para karyawan untuk memberikan pelayanan yang
cepat, tepat, sopan, dan ramah kepada konsumen.
-
Menyebarluaskan informasi kepada publik tentang
produk, pelayanan, kebijaksanaan, dan pratik perusahaan.
-
Menjawab pertanyaan konsumen yang berhubungan dengan
perusahaan.
-
Menghasilkan produk atau pelayanan yang lebih memuaskan
kepada konsumen.
-
Memberikan nama produk yang mudah dipahami.
-
Menetapkan harga serendah mungkin sesuai dengan mutu
melalui peniadaan limbah produksi, distribusi dan meneruskannya kepada
konsumen.
-
Bekerjasama dengan kelompok konsumen untuk memberikan
informasi dan mendidik konsumen mengenai pengetahuan mutu produk.
-
Memelihara dan meningkatkan hubungan dengan para
konsumen.
-
Mempersiapkan dan menyebarluaskan petunjuk, konsep,
resep dan buku – buku penggunaan produk sehingga konsumen akan mendapat kepuasan
maksimal tentang penggunaan produk tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar