Sabtu, 18 Maret 2017

HUBUNGAN EKSTERNAL DALAM HUMAS

 Hubungan dalam Public Relation dibagi menjadi dua yaitu hubungan internal dan eksternal. Hubungan internal adalah kegiatan Public Relation untuk membina hubungan dengan publik internal, seperti karyawan para manajer, top management, dan para pemegang saham (stockholders). Sedangkan hubungan eksternal adalah kegiatan Public Relation yang melakukan hubungan dengan publik eksternal sebuah organisasi atau perusahaan, seperti pers, komunitas, pendidik, dan para pemuka pendapat. Ketika melakukan hubungan eksternal, seorang Public Relation harus bisa menyerap aspirasi publik eksternal, terutama masalah kebutuhan perusahaan. Di sinilah seorang Public Relation harus bisa menjadi jembatan antara kepentingan manajemen organisasi atau perusahaan dan kepentingan publiknya. Sebagai gambaran, seorang Public Relation ibarat sebuah kaki di sebuah organisasi atau perusahaan dan satu kakinya lagi berada di publik. Artinya, kaki seorang Public Relation itu harus merentang. Dalam pembahasan ini akan berfokus pada hubungan eksternal Public Relation.

Hubungan Distributor dengan Dealer
Hampir semua perusahaan besar memasarkan produknya melalui grosir dan pengecer yang mencakup publik. Suatu perusahaan tidak bisa maju tanpa dealer yang berhasil. Begitu pula sebaliknya, dealer tidak akan maju bila tidak menjual produk – produk yang di buat perusahaan yang berhasil. Pelaksanaan hubungan distributor dan dealer ini merupakan tanggung jawab bagian pemasaran, yang mempertahankan kesinambungan hubungan dengan para grosir dan pengecer. Menurut Moore, 2004: 390-391, tujuan dari hubungan distributor dengan dealer antara lain :
-          Menentukan sikap para distributor dan dealer sebagai dasar kebijkasanaan, pelaksaan dan komunikasi hubungan dealer. Jadi sikap para distributor dengan dealer haruslah terjalin dengan baik agar tercipta komunikasi yang sejalan antara distributor dengan dealer.
-          Menciptakan sesuatu pengertian yang lebih baik dengan para distributor dan dealer melalui penjelasan kebijaksanaan dan pelaksanaan manajemen. Memberikan suatu pemahaman yang lebih baik lagi antara ditributor dan dealer agar terlaksanannya manajemen yang sesuai keinginan.
-          Memberikan kepercayaan kepada distributor dan dealer. Disini PR bertugas untuk saling meyakinkan antara distributor dan pihak dealer agar saling memberikan rasa percaya satu sama lain.  Karena suatu kerjasama antar perusahaan harus didasari kepercayaan diantara keduanya.
-          Membantu distributor dan dealer meningkatkan penjualannya. PR dalam hal ini sebagai media dalam promosi dan sebagai pemasar. Baik sebagai pemasar dari distributor ataupun dari dealer. Agar peningkatan volume penjualan itu meningkat dengan cepat.
-          Membantu distributor dan dealer dalam periklanan. Dalam hal ini PR bertugas untuk memasarkan produk – produk yang di jual distributor kepada dealer. Begitu pula PR dalam dealer, PR juga akan mempromosikan kepada masyarakat tentang produk – produk yang di jual oleh dealer tersebut.
-          Mengawasi manajemen periklanan efektivitas rencana program perusahaan sepanjang berkenaan dengan hubungan perusahaan dengan para dealer-nya. PR juga akan menjadi pengawas dalam efektivitas rencana program perusahaannya. Agar apa yang di rencanakan perusahaan bisa berjalan seefektif mungkin.
-          Menerima keluhan dealer tentang penjualan. Di sini PR sebagai jembatan atau perantara keluhan atau komplen tentang masalahah penjualan kepada distributor.
-          Membiasakan para pelaksana perusahaan menghadapi berbagai masalah dengan dealer, berkaitan dengan kebijaksanaan dan hubungan perusahaan. PR jua bisa menjadi seorang penasehat. PR akan membuat pelaksana perusahaan terbiasa dengan masalah yang datang, baik keluhan dari masyarakat maupun dari dealer-nya.
-          Mempertimbangkan gagasan, saran, keluhan yang mungkin diajukan oleh para dealer. PR akan mempertingbangkan gagasan, saran, dan keluhan yang masuk. Lalu mengubahnya menjadi sebuah solusi.
-          Memeriksa penghentian persetujuan monopoli dealer dan memutuskan apakah penghentian itu akan efektif.
-          Membantu distributor dan dealer mengembangkan metode manajemen. PR akan memberikan pemahaman kepada distributor dan dealer bagaimana mengembangkan metode manajemen yang baik.
-          Membantu distributor dan dealer memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pemakai. PR sering berkomunikasi dengan orang lain atau konsumen dari perusahaan tertentu. Jadi seorang PR tahu bagaimana caranya memberikan pelayanan yang sebaik mungkin.
-          Mempergunakan kebijaksanaan distribusi yang di susun untuk mendapatkan itikad baik dan loyalitas distributor dan dealer.
-          Memberikan pelayanan keuangan konsumen kepada para dealer yang tidak mampu menjual volume barang secara maksimal. PR akan membantu dealer yang sekiranya tidak bisa mencapai target volume penjualan secara maksimal.
-          Merangsang distributor dan dealer agar tertarik dan setia pada produk perusahaan serta membentuk suatu kemitraan dagang. PR akan membangun citra dari distributor ataupun dealer yang bersangkutan, agar tertarik dan tetap setia kepada produk – produknya.


Hubungan Pemasok
Ketergantungan para pengusaha kepada para pemasok komponen produk meningkat selama bahan dan proses yang semakin khusus menjadi terlihat dalam produksi peralatan yang ilmiah dan rumit, serta produk – produk teknis yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan industri, militer, dan publik konsumen meningkat. Dalam hubungan ini, kedudukan pemasok semakin bertambah penting.
Menurut Moore, 2004: 407-408 tujuan dari program hubungan pemasok antara lain:
-          Membina kepentingan bersama antara pemasok dan pembeli. Membangun kepentingan bersama agar mencapai tujuan antara pemasok dan pembeli.
-          Menunjukkan kepada para pemasok bagaimana mereka dapat meningkatakan metode produksinya sehingga meningkatkan pengembalian bersih mereka.
-          Menentukan apakah para pemasok memikirkan kebijaksanaan dan kebiasan perusahaan.
-          Menjadikan perusahaan sebagi mitra yang baik, yang bekerja sama dengan sungguh – sungguh dalam menyelesaikan masalah produksi dan persediaan.
-          Mempertahankan hubungan yang baik dengan para pemasok melalui perlakuan yang adil dan terbuka.
-          Melengkapi materi dan saran guna mengembangkan hubungan pemasok dengan staf pemberian, penerimaan, pengawasan, akunting dan bagian lainnya.
Hubungan Komunitas
Komunitas adalah sekelompok orang yang hidup di tempat yang sama berpemerintahan sama, dan mempunyai kebudayaan dan sejarah yang umumnya turun menurun. Orang hidup dalam komunitas dengan lembaga – lembaga yang membuat mereka saling bergantung sati dengan yang lainnnya. Mereka tidak dapat menikmati kehidupan yang baik tanpa lembaga – lembaga tersebut. Begitu pula lembaga itu hanya dapat hidup dengan izin mereka. Organisasi bisnis membantu komunitas yang lebih penting. Bisnis membantu komunitas dengan menyedikan pekerjaan tetap, gaji yang layak, dan keuntungan finansial.

Tujuan hubungan komunitas antara lain:
-          Memberi informasi kepada komunitas tentang kebijaksanaan kegiatan dan masalah perusahaan
-          Memberi informasi kepada para karyawan yang berhubungan dengan perusahaan mengenai jalannya perusahaan dan mendorong karyawan menyampaikan kepada temannya dan tetangganya dalam komunitas.
-          Menjawab kritik dan membantah serangan dari tekanan komunitas.
-          Kelompok setempat yang salah paham mengenai perusahaan dan mendorong karyawan menyampaikan kepada temannya dan tentangganya dalam komunitas melalui bantuan kepada lembaga – lembaga setempat dan masalah lingkungan.
-          Mengetahui apakah komunitas memikirkan dan membicarakan perusahaan beserta kebijaksanaan dan operasionalisasinya.
-          Meningkatkan kesejahteraan komunitas dengan meningkatkan potensi setempat.
-          Membina kepemimpinan kebudayaan dengan menggalakan apresiasi yang lebih besar dalam seni, musik, dan drama.
-          Membantu perternakan atau pertanian.
-          Meningkatkan kesehatan komunitas.
-          Mendukung kegiatan olahraga dan rekreasi.
-          Menyumbang kepada program pemberantasan kenakalan remaja di dalam komunitas.
-          Meningkatkan pengertian yang lebih baik tentang masalah politik dan meningkatkan pengertian yang lebih baik tentang masalah  politik dan ekonomi.
-          Bekerja sama dengan perusahaan dalam meningkatkan pengertian sistem bisnis dan ekonomi.
-          Menunjukan kepada warga komunitas bahwa suatu perusahaan merupakan warga dan majikan yang baik.
-          Meyakinkan bahwa sebuah pabrik lokal bukan hanya cabang perusahaan besar, melainkan sebuah bisnis lokal yag memenuhi kepentingan dan kewajibannya di tempat operasinya perusahaan itu.
-          Menjaga hubungan yang harmonis dengan para pemuka komunitas dalam semangat kebersamaan yang tinggi.
-          Menciptakan iklim bisnis yang menghasilkan kegiatan yang efisien dan ekonomis serta perusahaan sebagai tempat yang baik untuk bekerja di mata calon karyawannya.

Hubungan Pendidikan
Perusahaan bisnis menyumbangakan sejumlah besar dana untuk pendidikan, dana modal untuk bangunan baru, hadiah dan bantuan pelajar atau mahasiswa. Bisnis mempunyai kepentingan langsung, baik dalam kesehatan perekonomian termasuk kegiatan intelektual di akademika, lembaga teknik negeri dan universitas. Bantuan dana yang diberikan oleh perusahaan untuk pendidikan mendapat sambutan baik dari para pendidik. Bantuan tersebut salah satunya mencakup fasilitas dan perlengkapan laboratorium perguruan tinggi. Menurut Moore,2004: 451-452, tujuan hubungan pendidikan antara lain :
-          Menciptakan hubungan perseorangan yang baik dengan para pendidik sehingga dapat lebih mengetahui metode dan kebutuhan sekolah yang modern, dan karenannya para guru bisa memperoleh pengetahuan praktis tentang pelaksanaan dan para guru bisa memperoleh pengetahuan praktis tentang pelaksanaan dan kebijakan bisnis. Pada akhirnya, para siswa dan siswi dipersiapkan lebih baik lagi untuk kehidupan dan bisnis setelah lulus.
-          Memberikan dukungan aktif kepada para guru atas penelitian dan proyek pendidikan, menyediakan bahan pendidikan yang praktis bagi para guru, menyediakan penceramah untuk sekolah, membantu dalam bimbingan para siswa, menjelaskan alasan dan tujuan, serta memaparkan sumbangan untuk kehidupan sosial dan ekonomi komunitas.

Sebagai sarjana muda, para mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari General Motors Corporation, mencapai nilai akademis yang menonjol, dan dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam, atletik, senat mahasiswa, asrama, perkumpulan mahasiswa, majalah mahasiswa, dan seni drama memangku jabatan kepemimpinan. Enam tahun setelah lulus dari perguruan tinggi, para sarjana yang memperoleh beasiswa tersebut telah memiliki kontribusi yang berarti atau penting dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, perekayasaan (insinyur) dan bisnis. Dalam komunitasnya, para mahasiswa penerima beasiswa itu aktif dalam organisasi gereja, organisasi politik, pengumpulan dana sosial, organisasi keberhasilan mahasiswa yang memperoleh beasiswa, sebagai sebuah perusahaan, General Motors menganggap program beasiswanya sebagai suatu prestasi yang layak (Moore, 2004: 452-453)




            Hubungan Pemerintah
Suatau perkembangan dalam PR adalah terjadinya hubungan yang lebih erat antara perusahaan, asosiasi dan perserikatan dengan pemerintah, serta semakin meluasnya keterlibatan lembaga – lembaga swasta dalam permasalahan masyarakat. Kepentingan bisnis dan pemerintahan menjadi satu serta saling menguntungkan, dan kalangan bisnis tidak menganggap lagi pemerintah sebagai lawan, tetapi sebagai mitra kerja (diadaptasi dari Moore, 2004: 469)
Hampir setiap jalannya bisnis dipengaruhi oleh pemerintah, yang menetapkan dan memaksakan peraturan untuk mengatur bisnis dan menentukan iklim dimana bisnis harus berfungsi. Untuk melindungi kepentingan bisnis dan melayani kepentingan umum, para perwakilan bisnis harus turut dalam penyusunan peraturan dan mengambil bagian dalam penentuan iklim politik. Mereka harus mempunyai suara pada saat undang – undang itu dibuat dan berperan dalam menentukan kebijaksaan fiksal serta perpajakan pemerintah secara langsung meupun dengan kerja sama, melalui program hubungan pemerintah yang konsturktif (Moore, 2004: 471-472)

            Hubungan Legislatif
Menurut Moore, 2004: 475 – 476 program hubungan legilatif harus direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kajian yang saksama dalam kebijaksanaan perusahaan, yang diawali konsultasi dengan manajemen. Hubungan yang baik diupayakan dnegan para pembuat undang – undang. Perusahaan sebaiknya bekerjasama dengan organisasi bisnis lainnya dalam melaksanakan program pendidikan untuk memberikan informasi kepada para karyawan dan masyarakat mengenai persoalan politik. Tanggung jawab dan wewenang kegiatan politik persuhaan sebaiknya dibebankan kepada seseorang dan bantu staf, yang melaporkan kepada manajemen untuk menjamin apakah suatu program legislatif tentang banyak hal sudah terkoordinasi dengan kepentingan perusahaan.

            Organisasi Hubungan Pemerintah
Menurut Moore, 2004 : 475-476, perkembangan hubungan legeslatif dan masalah masyarakat  secara logis merupakan tanggung jawab PR. Ada pula yang di tangani bagian hukum suatu panitia hubungan pemerintahan  yang terpisah atau suatu badan hubungan pemerintah dari luar yang bekerja sama dengan staf PR dan staf hukum. Dalamm keseluruhan kegiatan, pelaksanaan program ini menjadi tanggung jawab manajemen, yang di bantu pimpinan perusahaan dan staf

Lobi dan Hubungan Pemerintah  
Lobi mengandung banyak arti. Dalam pengertian luas, istilah lobi sering digunakan secara bergantian dengan istilah pressure group (kelompok penekanan) yang berarti suatu organisasi atau orang – orang yang melakukan kegiatan dengan sasaran akhirnya adalah memengaruhi keputusan para pembuat undang – undang. Dalam pengertian yang lebih sempit, lobbylist adalah orang – orang baik atas nama orang lain maupun kelompok, dan biasanya di bayar yang mencoba memengaruhi undang – undang melalui hubungan lansung dengan legislator.
Menurut H.L Mencken, istilah lobbylist pertama kali tercatat pdatahun 1829 yang terungkap dalam buku Karl S. Chrifgiesser yang berjudul The Lobbylist. Istilah ini muncul sebagai lobby-agent, yang berarti seseorang yang acapkali mengunjungi ruang lobby gedung – gedung pemerintah untuk berbicara dengan para pejabat atau legislator.

Hubungan Konsumen
Selain untuk memperoleh citra perusahaan yang baik di mata masyarakat, praktik PR juga dilakukan untuk memperoleh citra produk dari konsumennya, yang terdiri dari berbagi jenis kelamin, jenis usia, dan berbagai jenis negara. Sasaran utama bisnis sebaiknya merencanakan kegiatan dengan konsumen yang jelas, dan perusahaan benar – benar menganggap bahwa mereka yang membutuhkan konsumen bukan sebaliknya.
Kegiatan hubungan konsumen dari beberapa perusahan industri dan perdagangan berpusat pada publik pelanggan. Para pelanggan merupakan salah satu aset perusahaan yang paling berharga, sebab pelanggan merupakan roda perputaran yang berperan dalam kemajuan suatu perusahaan. Kepuasan pelanggan sangat bergantung pada pemakaian dan pemeliharaan yang tepat dari berbagai produk.
Tujuan hubungan konsumen antara lain :
-          Menentukan apakah para konsumen memikirkan dan membicarakan kebijaksanaan, tindakan, produk atau pelayanan perusahaan.
-          Memahami apakah semua pernyataan dari konsumen tentang kualitas, harga, nilai, dan pelayanan tidak di buat buat.
-          Meningkatkan pelayanan konsumen dengan penanganan yang lebih memuaskan.
-          Memperoleh penerimaan tentang produk dan pelayanan suatu perusahaan oleh publik pemakai.
-          Medidik para karyawan untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, sopan, dan ramah kepada konsumen.
-          Menyebarluaskan informasi kepada publik tentang produk, pelayanan, kebijaksanaan, dan pratik perusahaan.
-          Menjawab pertanyaan konsumen yang berhubungan dengan perusahaan.
-          Menghasilkan produk atau pelayanan yang lebih memuaskan kepada konsumen.
-          Memberikan nama produk yang mudah dipahami.
-          Menetapkan harga serendah mungkin sesuai dengan mutu melalui peniadaan limbah produksi, distribusi dan meneruskannya kepada konsumen.
-          Bekerjasama dengan kelompok konsumen untuk memberikan informasi dan mendidik konsumen mengenai pengetahuan mutu produk.
-          Memelihara dan meningkatkan hubungan dengan para konsumen.
-          Mempersiapkan dan menyebarluaskan petunjuk, konsep, resep dan buku – buku penggunaan produk sehingga konsumen akan mendapat kepuasan maksimal tentang penggunaan produk tersebut.